Bisnis yang ingin saya jalankan adalah sebuah tempat kursus Bahasa Inggris.
Bahasa Inggris telah menjadi bahasa international saat ini. Sangat bermanfaat sekali untuk kedepannya jika kita mampu fasih berbahasa Inggris di masa globalisasi ini. Kursus ini diperuntukan ini anak SMP-SMA atau sederajat. Untuk mengiklankan tempat kursus ini akan menggunakan media cetak atau brosur.
Brosur dibuat sedemikian rupa menjadi menarik. Dalam brosur terdapat kata yang memotivasi untuk belajar bahasa Inggris. Terdapat juga komentar komentar positif tentang tempat kursus ini dari para siswa/pelajar di tempat kursus ini. Ditampilkan pula beberapa promosi yang sedang berlangsung dalam brosur dan apa saja fasilitas yang ada di tempat kursus. Brosurnya sendiri akan dibagikan di sekolah-sekolah. Selain brosur, ada juga media cetak lainnya seperti spanduk besar yang ditempatkan di titik yang bisa dilihat banyak orang.
Thursday, March 24, 2016
Friday, January 29, 2016
LEUWI LIEUK DAN LEUWI CEPEUT
Leuwi Lieuk dan Leuwi Cepeut adalah
salah satu destinasi wisata alam yang berada di Kampung Wangun Cileugsi, Desa Karang Tengah, Kec. Babakan
Madang, Kab. Bogor. Tujuan wisata alam ini memang baru dikenal beberapa bulan
terakhir dari seorang traveler yang mengenalkan lokasi ini di sebuah komunitas
pecinta alam. Sebelumnya di daerah ini terlebih dahulu dikenal dengan Leuwi
Hejo namun Leuwi Lieuk dan Leuwi Cepeut baru dikenal namanya. Leuwi yang dalam
bahasa Sunda yang berarti bagian terdalam sungai atau bisa diartikan juga
aliran dalam sungai.
Leuwi Cepeut berupa sebuah kolam alami yang dilewati arus
sungai yang diapit dengan dua tebing tinggi. Airnya jernih dengan kedalam
kurang lebih 1 sampai 2 meter.
Leuwi Cepeut
Leuwi Lieuk berada di atas lokasi Leuwi Cepeut. Leuwi Lieuk
masih berasal dari satu arus sungai dengan Luewi Cepeut. Tidak berbeda jauh
seperti Leuwi Cepeut, Leuwi Lieuk seperti sebuah kolam dengan air jernih namum
lebih besar dari Leuwi Cepeut. Ada beberapa tempat untung melakukan lompatan di
sini.
Leuwi Lieuk
Leuwi Lieuk
dan Leuwi Cepeut ini memiliki potensi wisata. Menurut Mariotti dalam Yoeti
(1983), potensi wisata adalah segala sesuatu yang terdapat di daerah tujuan
wisata, dan merupakan daya tarik agar orang-orang mau datang berkunjung ke
tempat tersebut (1983). Menurut Gamal Suwantoro (1997) dalam bukunya yang
berjudul “Dasar-dasar Pariwisata”, pembangunan suatu objek wisata harus
dirancang dengan bersumber pada potensi daya tarik yang dimiliki objek tersebut
dengan mengacu pada kriteria keberhasilan pengembangan yang meliputi berbagai
kelayakan. Kelayakan tersebut antara lain kelayakan finansial, kelayakan sosial
ekonomi regional, dan kelayakan lingkungan termasuk kelayakan kondisi fisik
objek wisatanya.
Leuwi Lieuk
dan Leuwi Cepeut sendiri mempunyai daya tarik tersendiri bagi para pecinta alam
maka sesuai
dengan teori A. Yoeti dalam bukunya “Pengantar Ilmu Pariwisata” tahun 1985,
daya tarik wisata atau tourist attraction,
istilah yang lebih sering digunakan, yaitu segala sesuatu yang menjadi daya
tarik bagi orang untuk mengunjungi suatu daerah tertentu, dan menurut Nyoman S.
Pendit dalam bukunya “ Ilmu Pariwisata” tahun 1994 mendefiniskan daya tarik
wisata sebagai segala sesuatu yang menarik dan bernilai untuk dikunjungi dan
dilihat.
Dalam UU. No 10 Tahun 2009 disebutkan,
“Daya tarik wisata adalah segala sesuatu yang memiliki keunikan, keindahan, dan
nilai yang berupa keanekaragaman kekayaan alam, budaya dan hasil buatan manusia
yang menjadi sasaran atau tujuan kunjungan wisatawan”. Jadi dapat disimpulkan
bahwa atraksi wisata merupakan sesuatu yang dapat menimbulkan daya tarik bagi
wisatawan dan merupakan alasan utama untuk mengunjungi tempat wisata, sesuai
dengan teori A. Yoeti dalam bukunya “Pengantar Ilmu Pariwisata” tahun 1985,
daya tarik wisata atau tourist attraction, istilah yang lebih sering digunakan,
yaitu segala sesuatu yang menjadi daya tarik bagi orang untuk mengunjungi suatu
daerah tertentu. Dengan kata lain daya tarik wisata adalah objek wisata.
Daya tarik wisata menurut Direktoral
Jendral Pemerintahan di bagi menjadi tiga macam, yaitu daya tarik wisata alam,
daya tarik sosial budaya, dan daya tarik minat khusus. Leuwi Lieuk dan Luewi
Cepeut termasuk ke dalam daya tarik wisata alam, karena merupakan sumber daya
alam yang berpotensi serta memiliki daya tarik bagi pengunjung baik dalam
keadaan alami maupun setelah ada usaha budi daya. Daya tarik wisata alam
sendiri terbagi menjadi 4 kawasan, yaitu flora fauna, keunikan dan kekhasan
ekosistem, gejala alam, dan budidaya sumber daya alam. Leuwi Lieuk dan Leuwi
Cepeut ada di kawasan gejala alam dengan telaga sebagai objek pengembangan
wisatanya.
Pengembangan wisata yang memiliki
potensi ini harus menjadi perhatian pemerintah setempat. Untuk saat ini
pengembangan wisata alam ini masih dilakukan oleh warga sekitar dan masih
banyak yang perlu dikembangkan lagi. Leuwi Lieuk dan Leuwi Cepeut ini juga
belum banyak didengar oleh orang karena penyebaran informasi tentang objek
wisata alam ini masih hanya sebatas dari mulut kemulut dan dari media sosial
dan pastinya masih perlu pengembangan lagi untuk melakukan promosi guna
memaksimalkan potensi wisata ini.
Monday, November 10, 2014
Tourism Development
Tourism is travel for recreational, leisure, or business purposes, usually of a
limited duration. Tourism is commonly associated with trans-national travel,
but may also refer to travel to another location within the same country. Tourism
has become a popular global leisure activity. Tourism can be domestic or
international, and international tourism has both incoming and outgoing
implications on a country's balance of payments. Today, tourism is major
source of income for many countries, and affects the economy of both the source
and host countries, in some cases it is of vital importance. Tourism is an
important, even vital, source of income for many countries. Tourism brings in
large amounts of income into a local economy in the form of payment for goods and services needed by tourists, accounting for 30% of the world's trade of services, and 6% of overall exports of goods and services.
In 1994, the United Nations identified three forms of tourism in its Recommendations on Tourism Statistics:
- Domestic tourism, involving residents of the given country traveling only within this country.
- Inbound tourism, involving non-residents traveling in the given country.
- Outbound tourism, involving residents traveling in another country.
Tourism development refers to all the activities
associated with providing facilities for tourists in a destination. It involves
activities such as skills development, job and wealth creation, and marketing.
Marketing of various tourist destinations through liaison, training and advice
of local tourism businesses promotes tourism development.
There has been an up-trend in tourism over the last few
decades, especially in Europe, where international travel for short breaks is
common. Tourists have a wide range of budgets and tastes, and a wide variety of
resorts and hotels have developed to cater for them. For example, some people
prefer simple beach vacations, while others want more specialised holidays,
quieter resorts, family-oriented holidays or niche market-targeted destination
hotels.
The developments in technology and transport
infrastructure, such as jumbo jets, low-cost
airlines and more accessible airports have
made many types of tourism more affordable. The WHO estimated in 2009
that there are around half a million people on board aircraft at any given
time. There
have also been changes in lifestyle, for example some retirement-age people
sustain year round tourism. This is facilitated by internet sales of tourist services. Some
sites have now started to offer dynamic
packaging, in which an inclusive price is quoted for a tailor-made
package requested by the customer upon impulse.
Sources:
http://en.wikipedia.org/wiki/Tourism
http://www.ask.com/question/what-is-tourism-development
Tuesday, September 9, 2014
Basic Social Science
What is Basic Social Science?
Based on Wikipedia, social science is the integrated study of the social sciences and humanities to promote civic competence whereas according to Oxford Dictionary social science means the study of human society and social relationship. I have also found some other definitions on the internet, and one of them says that Basic Social Science is a group of academic disciplines that study the aspects related to the human and social environment. So I made my own conclusion about its definition; Basic Social Science is the study of social problems and the way to solve it. We are human being and we never be separated from any social issues. That’s why we have to know the social realities including the issues or the problem and its solution by learn this science.
THE PURPOSES OF BASIC SOCIAL SCIENCE
Just like any other sciences, Basic Social Science has its own purposes :
1. To expand our mind and personality so we could grow into a better version of ourselves and have broad knowledge.
2. To comprehend and be aware of the social realities and issues which exist in our society.
3. To be considerate and responsible about the social issues which are happening and be able to find a way to overcome them.
4. To understand scientists’ minds better and be able to communicate with them about how to overcome the current issues.
THE
BRANCHES OF BASIC SOCIAL SCIENCE
There are 10 branches of Basic Social
Science
1. Anthropology (a study about human
beings in general).
2. Economic (a study about production and wealth
distribution in the society).
3. Geography (a study about spaces and human
beings above the earth’s surface).
4. Law (a study about the established
rules).
5. Linguistic (a study about the cognitive and social aspects of
literature).
6. Education (a study about anything which is related to students,
studying, and also character and personality formations).
7. Politic (a study
about governance).
8. Psychology (a study about behavior and mental process).
9. History (a study about the past which is connected to the human beings).
10.
Sociology (a study about the society and also the human beings relationship).
Sourches:
Sourches:
Sunday, March 9, 2014
Social Solidarity
A. Solidarity
Solidarity is unity (as of a group or class) that produces or is based
on universities of interests, objectives, standards, and sympathies. It refers
to the ties in a society that bind people together as one.
B. Social
Solidarity
Social solidarity is a spiritual potential, a commitment shared by the
national identity as well as the Social Solidarity is the conscience of the
Indonesian nation is replicated from the attitudes and behaviors based on the
understanding, awareness, responsibility beliefs, and social participation in
accordance with the ability of each citizen society with the spirit of
togetherness, a willingness to sacrifice for others, mutual cooperation in
togetherness and kinship.
Therefore Social Solidarity is the basic value of social welfare, social
capital in the community continue to be explored, developed and utilized in
realizing the ideals of the Indonesian nation to state that welfare society.
As the basic values of social welfare, social solidarity must continue
to be revitalized in accordance with the actual conditions of the nation and is
implemented in a concrete manifestation in our lives.
Social solidarity is a value that is meaningful to each nation. The soul
and spirit of social solidarity in the life of the nation and the people of
Indonesia in essence has been around since the days of our ancestors long
before this country stand as an independent nation which became known as the
nation of Indonesia.
The soul and the spirit of social solidarity in the course of the life
of our nation has been tested in a variety of historical events, with the peak
manifestation manifested in acts and attitudes based on the sense of community
of the people of Indonesia in the face of practice or the practice of
"social solidarity" are used to do in life every day. For example,
helping people who are sick.
C. Moral Values
of Social Solidarity
Solidarity is unity (as of a group or class) that produces or is based
on universities of interests, objectives, standards, and sympathies. It refers
to the ties in a society that bind people together as one.
From the sense
of solidarity that we can feel or judge a person's humanity. Solidarity means:
1. Personal
interests remains placed in the framework of consciousness obligation as a
social being in social life.
2. The
obligation to the community and the nation felt bigger than his personal
interests.
As for the moral values embodied in social solidarity including the
following:
1. Please help. Moral values is evident in people's lives, such as:
helping fellow neighbors. For example, to help victims of natural disasters or
visit a sick neighbor.
2. Mutual assistance, such as working the fields or build a house.
3. Cooperation. This reflects an attitude of moral value to cooperate
with others, although different in ethnicity, race, skin color, and does not
discriminate the differences in cooperation.
4. The value of togetherness. The moral is there because of the attachment
of self and self-interest and fellow loyalty, help and defend each other.
Examples contribute something to the place of disaster, whether it be flood,
famine or attacked by another nation.
D. Overcome
Disasters with Social Solidarity
The values of social solidarity may be the greatest force to solve
disaster problems that often occur in Indonesia. "We have the basic form
of capital values of mutual cooperation which is still alive in the
community. Value mutual assistance is a form of social solidarity that is very
useful in the event of a disaster.
The most important thing is how to manage the potential for mutual
assistance and local knowledge in each area to address any problems that occur,
including in the event of a disaster.
Indonesia has a very heterogeneous social capital in the form of
ethnicity, language and region wide. Therefore we need a system that is more
powerful than the systems that had been previously offered to cope with the
disaster.
There are four approaches to consider when disaster strikes. First thing
to do is to equate the perspective that Indonesia is located in disaster-prone
areas so that people should always be ready for disasters. Second, disaster
management must change the nature of the emergency be retroactive, in
accordance with the times.
Disaster management cannot be done partially, but must be comprehensive.
This is related to the nature of the disaster cannot be predicted when it will
happen. Now we have a system that will be implemented into the community, which
should be carried out jointly by the community.
Always provide help in the long run it weakens the fighting power of
society. They will always wait for someone else a helping hand when trouble
struck. The independence vanished. That's what we do not want. Duties and
responsibilities of key government is formed independent communities through
empowerment breakthrough. Unfortunately, such programs do not yet see being
done in earnest.
E. Social
Solidarity also Include:
1. Awareness
One of the actions to foster and strengthen the "social
solidarity" is the awareness to all citizens about the causes of poverty
and how to help the little people they are. In other words, if used medical
term awareness of the diagnosis and therapy of poverty. Structuring a life
together in the social, economic, political, or social structures that cause
poverty. Medium therapy is the greater participation of poor people in deciding
the arrangement of life together. Which is still strong in society is awareness
or incorrect diagnosis is poor people are poor because of their mentality, that
is lazy, does not persevere in the attempt, it is easy to despair and apathy,
accept fate. Though small folk mentality emerged and survived because of the
existing social structure that has endured for years.
Another view is about the strong culture of inequality. Inequality in
society understood as being taken for granted. A difference rich and poor is
considered normal. People instead of feeling ashamed but instead be proud that
his lifestyle is very different from the lifestyle of the poor.
Cultural inequality and incorrect diagnoses in the over grown because of
the notion of personality Achieving or Achieving Society: what someone obtained
it due to a strong desire for someone to excel. Because people also have to
compete with others. Which is reasonable in the competition already got
rewarded. Is a myth that success is entirely dependent on the willingness to
excel. Should be aware that the structure of "social" that is very
supportive of one's success.
This false consciousness comes perpetuate inequality "social"
economies, politics in society. Moreover, this false consciousness that hinder
the need for "solidarity" with the poor people.
The implications of appropriate therapy so little people can free
themselves from their poverty, that their participation in managing the common
life, is the importance of the distribution of power. This means that the
common people should be involved in political activities. They should be free
to organize, free of political education.
2. Economics
Monopoly in the economy will clearly widen the economic gap between the
rich and poor people. Free fight liberalism will lead efforts or economic
activities are small-cap small people would be turned off by economic
enterprises that have capital. So protection for small or medium business needs
to be given. Instead of progressive taxation is hard and firm needs to apply to
large corporations.
3. Education
It often happens unconsciously educational institution it fosters even
perpetuate the spirit and practice often unfair competition. Children are
invited to compete to answer student questions the teacher. That answer is
wrong, being embarrassed, being the right to feel proud.
The lack of success of a pupil into a source of joy and pride of another
friend who succeeded. It would thus make the students always knew that he had
to compete with his friends. Especially now with the ranking system implemented
in our schools.
To try and develop a way for children to get used to work there: the
study group, the test group, the group assessment. In addition, for the growth
of "social solidarity" in children is not enough to just invite them
to visit the hostel strays, old people's home, shelter the disabled and others
are managed by the non amaliah.
Such efforts could even harm the education of "social
solidarity", because there is a danger of this kind of education is more
open and direct action only on charity. Children are not invited to see the
injustice and fight for justice.
So it is necessary to analyze the rescued child poverty because poor
people were normal. Through the creation of the analysis by the child, the
child is expected to see and realize that the structure of "social"
now there is what is the cause of poor people remain poor.
4. Structural Change
Step gives aid and charity may be able to sharpen it the gap between the
rich and the poor. Because these measures indicate the giver is at a higher
position. Thus, while there is a general scheme of the administration as a
cause discrimination and inequality. Then view existing charity need to be
improved to the stage: "... who fought for social justice structural so no
longer need to give alms and funds, these stages will be able to provide more
value and dignity to fellow humans."
If we assume they are lower than the target and compassion, we can fall
into the attitude oppress, belittle their rights as human beings to choose and
determine their way of life. Instead we should have an attitude of solidarity
with their suffering.
If we want to help them do we provide assistance in the form of material
alone, but we must provide the tools and how to use the tools to meet the needs
that must be met. In this case I can quote the philosophy of Confucius:
"If you give fish to the hungry, then he will be full day. But if you give
him a hook, he will be full for the rest of his life. "
It is appropriate motion "social solidarity" should be
directed to raise public awareness of the root causes of their suffering. Not
just provide entertainment pa suffering with a number of material assistance.
"Social solidarity movement" must be able to reach structurally from
the suffering itself. So that it can come to the realization on the poor people
that in fact they can also raise the dignity of their lives by understanding
the potential. Not only expect help from others. Then give them the opportunity
to be able to take the initiative, opening up the potential for self-development
opportunities.
In the end charitable giving alms that are supposed to be only one day
on special cases. That is only for those with disabilities, half-mad, a family
that was already collapsing financially or to the orphans. The responsibility
is not to the government, but the responsibility of the government and society.
The struggle to build a just and prosperous society if done together.
Souches:
Sunday, December 15, 2013
Sunday, November 3, 2013
Definisi dan Jenis Iklan
Kata iklan (advertising) berasal dari bahasa Yunani, yang artinya kurang lebih adalah ‘menggiring orang pada sebuah gagasan’. Adapun pengertian iklan secara komprehensif adalah “semua bentuk aktivitas untuk menghadirkan dan mempromosikan ide, barang, atau jasa secara nonpersonal yang dibayar oleh sponsor tertentu…”. Secara umum, iklan berwujud penyajian informasi nonpersonal tentang suatu produk, merek, perusahaan, atau toko yang dijalankan dengan kompensasi biaya tertentu. Dengan demikian, iklan merupakan suatu proses komunikasi yang bertujuan untuk membujuk atau menggiring orang untuk mengambil tindakan yang menguntungkan bagi pihak pembuat iklan.
Struktur kata dalam iklan:
1. Menggugah: mencermati kebutuhan konsumen, memberikan solusi, dan memberikan perhatian.
2. Informatif: kata-katanya harus jelas, bersahabat, komunikatif. Tidak bertele-tele apalagi sampai mengabaikan durasi penayangan.
3. Persuasif: rangkaian kalimatnya membuat konsumen nyaman, senang, tentram, menghibur.
4. Bertenaga gerak: komposisi kata-katanya menghargai waktu selama masa penawaran/masa promosi berlangsung.
Untuk menyampaikan gagasan pikiran dalam suatu bahasa seorang penulis iklan harus mengetahui aturan-aturan bahasa tersebut, seperti tata bahasa, kaidah-kaidahnya, idiom-idiomnya, nuansa atau konotasi sebuah kata, dan sebagainya. Syarat ini adalah syarat yang mutlak.
Menurut Kotler (2002:658), periklanan didefinisikan sebagai bentuk penyajian dan promosi ide, barang atau jasa secara nonpersonal oleh suatu sponsor tertentu yang memerlukan pembayaran.
Menurut Rhenald Kasali (1992:21), secara sedrhana iklan didefinisikan sebagai pesan yang menawarkan suatu produk yang ditujukan oleh suatu masyarakat lewat suatu media. Namun demikian, untuk membedakannya dengan pengumuman biasa, iklan lebih diarahkan untuk membujuk orang supaya membeli.
Menurut PPPI dalam situsnya, terdapat definisi bahwa periklanan sebagai segala bentuk pesan tentang suatu produk yang disampaikan melalui suatu, dibiayai oleh pemrakarsa yang dikenal, serta ditujukan untuk kepada sebagian atau seluruh masyarakat.
Secara umum, iklan merupakan suatu bentuk komunikasi nonpersonal yang menyampaikan informasi berbayar sesuai keinginan dari institusi/sponsor tertentu melalui media massa yang bertujuan memengaruhi/mempersuasi khalayak agar membeli suatu produk atau jasa.
Karakteristik Iklan
Iklan memiliki beberapa karakteristik, antara lain:
a. Suatu bentuk komunikasi yang berbayar.
b. Nonpersonal komunikasi.
c. Menggunakan media massa sebagai massifikasi pesan.
d. Menggunakan sponsor yang teridentifikasi.
e. Bersifat mempersuasi khalayak.
f. Bertujuan untuk meraih audiens sebanyak-banyaknya.
Jenis Iklan
Berdasarkan tujuannya, iklan diklasifikasikan menjadi 3 jenis, yakni:
a. Iklan Informatif (Informative Advertising)
Iklan ini mempunyai ciri-ciri sebagai berikut:
- Bertujuan untuk membentuk atau menciptakan kesadaran/pengenalan dan pengetahuan
tentang produk atau fitur-fitur baru dari produk yang sudah ada.
- Menginformasikan perubahan harga dan kemasan produk.
- Menjelaskan cara kerja produk.
- Mengurangi ketakutan konsumen.
- Mengoreksi produk.
b. Iklan Persuasif (Persuasive Advertising)
Iklan ini mempunyai cirri-ciri sebagai berikut:
- Bertujuan untuk menciptakan kesukaan, preferensi dan keyakinan sehingga
konsumen mau membeli dan menggunakan barang dan jasa.
- Mempersuasif khalayak untuk memilih merk tertentu.
- Menganjurkan untuk membeli.
- Mengubah persepsi konsumen.
- Membujuk untuk membeli sekarang.
c. Iklan Reminder (Reminder Advertising)
Iklan ini mempunyai ciri-ciri sebagai berikut:
- Bertujuan untuk mendorong pembelian ulang barang dan jasa.
- Mengingatkan bahwa suatu produk memiliki kemungkinan akan sangat dibutuhkan
dalam waktu dekat.
- Mengingatkan pembeli dimana membeli produk tersebut.
- Menjaga kesadaran akan produk (consumer’s state of mind).
- Menjalin hubungan baik dengan konsumen.
Contoh Iklan
a. Iklan Informatif
- Iklan Sony Ericsson Z550i
Iklan ini merupakan iklan informatif karena membentuk atau menciptakan kesadaran/pengenalan dan pengetahuan tentang produk atau fitur-fitur baru dari produk yang sudah ada.
- Iklan Dji Sam Soe
Iklan ini juga tergolong sebagai iklan informatif karena menginformasikan kepada khalayak mengenai kemasan produk Dji Sam Soe yang baru, yakni kemasan 10 yang ditampilkan dengan tulisan berukuran besar. Tak lupa iklan ini juga berusaha meyakinkan kepada khalayak bahwa mutu produk tetap sama sejak tahun 1913, meskipun kemasan yang dihadirkan berbeda.
- Iklan Coca Cola
Iklan ini tergolong iklan informatif karena memberitahukan kepada khalayak mengenai produk, kemasan serta harga yang terbaru. Selain itu juga mempromosikan kemudahan jika membeli produk yang baru tersebut.
b. Iklan Persuasif
- Iklan Samsung Slim Fit TV
Iklan ini merupakan iklan persuasif karena berusaha mempersuasif khalayak untuk membeli TV merk Samsung dengan cara menginformasikan kualitas serta kelebihan-kelebihan yang dimiliki Samsung, sehingga khalayak dapat mengubah persepsinya mengenai TV merk lain dan menganggap Samsung lebih unggul.
- Iklan Canon Printer PIXMA iP1200
Iklan ini juga tergolong iklan persuasif karena berusaha mempersuasif khalayak untuk membeli Canon Printer PIXMA iP1200 dengan cara menginformasikan keistimewaan yangbdimiliki produk ini.
c. Iklan Reminder
- Iklan Vita Zone
Iklan ini merupakan iklan reminder karena mengingatkan kepada khalayak bahwa Vita Zone memiliki kemungkinan akan sangat dibutuhkan dalam waktu dekat, yakni pada waktu bulan puasa ketika iklan ini dipublikasikan (iklan ini dipublikasikan pada 27 September 2006).
- Iklan Hotel Santika Malang
Iklan ini juga merupakan iklan reminder karena mengingatkan kepada khalayak bahwa pelayanan yang ditawarkan Hotel Santika Malang memiliki kemungkinan akan sangat dibutuhkan dalam waktu dekat, yakni pada hari Valentine ketika iklan ini dipublikasikan (iklan ini dipublikasikan pada 8 Februari 2006). Selain itu juga mengingatkan khalayak dimana mendapatkan layanan tersebut.
- Iklan Simpati Jitu
Iklan ini termasuk iklan reminder karena mendorong pembelian ulang barang dan jasa Simpati Jitu. Selain itu juga menjaga kesadaran akan produk (consumer’s state of mind), serta menjalin hubungan baik dengan konsumen dengan cara memberikan pelayanan serta tarif yang lebih murah kepada pelanggan Telkomsel, khususnya pengguna Simpati Jitu.
http://onlymasagus.blogspot.com/2010/02/jenis-iklan-dan-contohnya.html
http://izanagi004.wordpress.com/2010/11/14/pengertian-bahasa-iklan/
Struktur kata dalam iklan:
1. Menggugah: mencermati kebutuhan konsumen, memberikan solusi, dan memberikan perhatian.
2. Informatif: kata-katanya harus jelas, bersahabat, komunikatif. Tidak bertele-tele apalagi sampai mengabaikan durasi penayangan.
3. Persuasif: rangkaian kalimatnya membuat konsumen nyaman, senang, tentram, menghibur.
4. Bertenaga gerak: komposisi kata-katanya menghargai waktu selama masa penawaran/masa promosi berlangsung.
Untuk menyampaikan gagasan pikiran dalam suatu bahasa seorang penulis iklan harus mengetahui aturan-aturan bahasa tersebut, seperti tata bahasa, kaidah-kaidahnya, idiom-idiomnya, nuansa atau konotasi sebuah kata, dan sebagainya. Syarat ini adalah syarat yang mutlak.
Menurut Kotler (2002:658), periklanan didefinisikan sebagai bentuk penyajian dan promosi ide, barang atau jasa secara nonpersonal oleh suatu sponsor tertentu yang memerlukan pembayaran.
Menurut Rhenald Kasali (1992:21), secara sedrhana iklan didefinisikan sebagai pesan yang menawarkan suatu produk yang ditujukan oleh suatu masyarakat lewat suatu media. Namun demikian, untuk membedakannya dengan pengumuman biasa, iklan lebih diarahkan untuk membujuk orang supaya membeli.
Menurut PPPI dalam situsnya, terdapat definisi bahwa periklanan sebagai segala bentuk pesan tentang suatu produk yang disampaikan melalui suatu, dibiayai oleh pemrakarsa yang dikenal, serta ditujukan untuk kepada sebagian atau seluruh masyarakat.
Secara umum, iklan merupakan suatu bentuk komunikasi nonpersonal yang menyampaikan informasi berbayar sesuai keinginan dari institusi/sponsor tertentu melalui media massa yang bertujuan memengaruhi/mempersuasi khalayak agar membeli suatu produk atau jasa.
Karakteristik Iklan
Iklan memiliki beberapa karakteristik, antara lain:
a. Suatu bentuk komunikasi yang berbayar.
b. Nonpersonal komunikasi.
c. Menggunakan media massa sebagai massifikasi pesan.
d. Menggunakan sponsor yang teridentifikasi.
e. Bersifat mempersuasi khalayak.
f. Bertujuan untuk meraih audiens sebanyak-banyaknya.
Jenis Iklan
Berdasarkan tujuannya, iklan diklasifikasikan menjadi 3 jenis, yakni:
a. Iklan Informatif (Informative Advertising)
Iklan ini mempunyai ciri-ciri sebagai berikut:
- Bertujuan untuk membentuk atau menciptakan kesadaran/pengenalan dan pengetahuan
tentang produk atau fitur-fitur baru dari produk yang sudah ada.
- Menginformasikan perubahan harga dan kemasan produk.
- Menjelaskan cara kerja produk.
- Mengurangi ketakutan konsumen.
- Mengoreksi produk.
b. Iklan Persuasif (Persuasive Advertising)
Iklan ini mempunyai cirri-ciri sebagai berikut:
- Bertujuan untuk menciptakan kesukaan, preferensi dan keyakinan sehingga
konsumen mau membeli dan menggunakan barang dan jasa.
- Mempersuasif khalayak untuk memilih merk tertentu.
- Menganjurkan untuk membeli.
- Mengubah persepsi konsumen.
- Membujuk untuk membeli sekarang.
c. Iklan Reminder (Reminder Advertising)
Iklan ini mempunyai ciri-ciri sebagai berikut:
- Bertujuan untuk mendorong pembelian ulang barang dan jasa.
- Mengingatkan bahwa suatu produk memiliki kemungkinan akan sangat dibutuhkan
dalam waktu dekat.
- Mengingatkan pembeli dimana membeli produk tersebut.
- Menjaga kesadaran akan produk (consumer’s state of mind).
- Menjalin hubungan baik dengan konsumen.
Contoh Iklan
a. Iklan Informatif
- Iklan Sony Ericsson Z550i
Iklan ini merupakan iklan informatif karena membentuk atau menciptakan kesadaran/pengenalan dan pengetahuan tentang produk atau fitur-fitur baru dari produk yang sudah ada.
- Iklan Dji Sam Soe
Iklan ini juga tergolong sebagai iklan informatif karena menginformasikan kepada khalayak mengenai kemasan produk Dji Sam Soe yang baru, yakni kemasan 10 yang ditampilkan dengan tulisan berukuran besar. Tak lupa iklan ini juga berusaha meyakinkan kepada khalayak bahwa mutu produk tetap sama sejak tahun 1913, meskipun kemasan yang dihadirkan berbeda.
- Iklan Coca Cola
Iklan ini tergolong iklan informatif karena memberitahukan kepada khalayak mengenai produk, kemasan serta harga yang terbaru. Selain itu juga mempromosikan kemudahan jika membeli produk yang baru tersebut.
b. Iklan Persuasif
- Iklan Samsung Slim Fit TV
Iklan ini merupakan iklan persuasif karena berusaha mempersuasif khalayak untuk membeli TV merk Samsung dengan cara menginformasikan kualitas serta kelebihan-kelebihan yang dimiliki Samsung, sehingga khalayak dapat mengubah persepsinya mengenai TV merk lain dan menganggap Samsung lebih unggul.
- Iklan Canon Printer PIXMA iP1200
Iklan ini juga tergolong iklan persuasif karena berusaha mempersuasif khalayak untuk membeli Canon Printer PIXMA iP1200 dengan cara menginformasikan keistimewaan yangbdimiliki produk ini.
c. Iklan Reminder
- Iklan Vita Zone
Iklan ini merupakan iklan reminder karena mengingatkan kepada khalayak bahwa Vita Zone memiliki kemungkinan akan sangat dibutuhkan dalam waktu dekat, yakni pada waktu bulan puasa ketika iklan ini dipublikasikan (iklan ini dipublikasikan pada 27 September 2006).
- Iklan Hotel Santika Malang
Iklan ini juga merupakan iklan reminder karena mengingatkan kepada khalayak bahwa pelayanan yang ditawarkan Hotel Santika Malang memiliki kemungkinan akan sangat dibutuhkan dalam waktu dekat, yakni pada hari Valentine ketika iklan ini dipublikasikan (iklan ini dipublikasikan pada 8 Februari 2006). Selain itu juga mengingatkan khalayak dimana mendapatkan layanan tersebut.
- Iklan Simpati Jitu
Iklan ini termasuk iklan reminder karena mendorong pembelian ulang barang dan jasa Simpati Jitu. Selain itu juga menjaga kesadaran akan produk (consumer’s state of mind), serta menjalin hubungan baik dengan konsumen dengan cara memberikan pelayanan serta tarif yang lebih murah kepada pelanggan Telkomsel, khususnya pengguna Simpati Jitu.
http://onlymasagus.blogspot.com/2010/02/jenis-iklan-dan-contohnya.html
http://izanagi004.wordpress.com/2010/11/14/pengertian-bahasa-iklan/
Subscribe to:
Posts (Atom)